Cari Di Sini

Biografi

1/01/2015 01:00:00 AM


Lahir di Desa Pinggirsari, Kecamatan Arjasari, Kabupaten Bandung, 13 Februari 1967. Lahir dari sebuah keluarga yang sederhana dan hidup di lingkungan kemiskinan melahirkan komitmen yang kuat untuk berjuang melepaskan belenggu penderitaan masyarakat. Darus, panggilan akrabnya, yakin bahwa itu dapat dilakukan melalui jihad politik yang tak kenal lelah dan tidak pernah melazimkan kata menyerah.
Darus lahir dari pasangan guru, ini yang membuatnya sangat dekat dengan dunia pendidikan, lebih dari tujuh tahun Darus menjadi guru honorer di SMP Negeri Arjasari, yang biasanya sangat tabu bagi sebagian orang. Ibundanya yang terkasih mengajarkan pada kelembutan dalam memperlakukan sesama manusia, mudah memaafkan dan senantiasa peduli pada orang-orang kecil. Begitu pun sang ayah yang mendidiknya untuk selalu berani bersikap tegas melawan kezaliman para mustakbirin kepada mustadh’afin. Tak rela ia melihat rakyat ditindas penguasa dengan semena-mena, tak rela ia melihat rakyat hidup terhina.
Darus menghabiskan masa kecilnya diperkampungan Arjasari, perihnya kehidupan bukanlah barang yang asing baginya. Dan itulah pengalaman yang sangat berharga dalam hidupnya, berinteraksi dengan golongan yang terpinggirkan dan senantiasa dilupakan, kaum yang harus dibebaskan, yang dengannya Muhammad Sang Pembawa Risalah diutus. Rasulullah Muhammad saw, Sang Revolusioner Sejati, pernah berkata; “Jika kalian ingin mencariku, carilah aku di tempat orang-orang yang tertindas dan terpinggirkan. Karena aku lahir di sana, dibesarkan oleh mereka, dan diutus untuk mereka.”
Perjuangan pembebasan kaum tertindas sulit dilakukan tanpa berpolitik, maka jalan politik pun menjadi ikhtiarnya. Ia mengawalinya dengan menjadi Ketua Angkatan Muda Siliwangi Subrayon Desa Arjasari, tak sampai satu tahun, Darus dipercaya menjadi Ketua I AMS Rayon Kecamatan Arjasari. Selang berapa lama, ia dipercaya oleh para aktifis untuk menjadi Ketua Umum WIRAKARYA Kecamatan Arjasari kemudian menjadi Wakil Sekretaris DEPICAB Wirakarya Kabupaten Bandung.
Kiprah Darus dalam kegiatan kepemudaan tak selesai sampai disitu saja. Ia awali kiprahnya di bidang Kaderisasi DPD KNPI Kabupaten Bandung, lantas dua periode menjabat sebagai Sekretaris KNPI Kabupaten Bandung, serta kemudian dipercaya menjadi Ketua DPD KNPI Kabupaten Bandung pada tahun 2001 – 2004. Kiprahnya di KNPI diakhiri sebagai Wakil Ketua KNPI Jawa Barat, dan Ketua Majelis Pemuda Indonesia Kabupaten Bandung.
Darus pun dipercaya untuk ikut memberikan sumbangsih di beberapa organisasi. Sebagai Wakil Ketua AMPI Jawa Barat, Ketua Lembaga Hikmah Muhammadiyah Kabupaten Bandung, MUI Jawa Barat serta Dewan penasehat di berbagai organisasi pemuda. Potensi yang ia miliki dalam keorganisasian dan kepemudaan menyebabkan lembaga politik terbesar saat itu, Golongan Karya, menarik Darus untuk memberikan sumbangsih. Tak sedikit sumbangan yang ia berikan. Termasuk menjadi penyumbang suara terbesar bagi Partai Golkar Kabupaten Bandung di Daerah Pemilihan VI pada pemilu legislatif 2004 dengan memperoleh suara lebih dari 40.000.
Pepatah mengatakan; “di sisi pemimpin yang kuat, pasti berdiri perempuan yang tegar pula”. Ialah Noneng Karnengsih yang selalu setia menemani perjuangan sang pendobrak kemapanan ini. Dari Noneng Karnengsih pula, Darus memperoleh tiga orang mujahid-mujahid muda. Namun sepertinya Allah Swt sangat sayang kepada buah hati Darus dan Noneng yang ketiga, sehingga dalam waktu yang relatif singkat, buah hati mereka yang ketiga dipanggil kembali ke Pangkuan-Nya.
Sebagai putra dari pasangan guru, perhatian Darus dalam bidang akademik pun tak terlepaskan. Ia menamatkan bangku kuliah di Institut Manajemen Koperasi Indonesia (IKOPIN) Jatinangor, amanat sang ayah agar Darus memperhatikan kondisi ekonomi masyarakat dan mampu memberikan solusi bagi keterpurukan ekonomi rakyat. Pascasarjana ia lalui di Universitas Nurtanio Bandung, Program Studi Administrasi Negara, sebagai bekalnya dalam dunia politik.
Buah tak akan jatuh jauh dari pohonnya. Begitupun Darus, setelah dulu menjadi guru honorer di SMP Negeri Arjasari, kini ia menjadi pengajar di Universitas Nurtanio Bandung dan STIE Tridharma Bandung, menularkan virus-virus perubahan kepada para mahasiswanya, generasi muda yang sangat ia cintai.
Pada tahun 2010 darus mengikuti pemilihan bupati kabupaten Bandung dan Ridho-Darus merupakan pasangan yang lolos keputaran kedua dari 8 pasangan, pemilihan buapati kabupaten Bandung berakhir di mahkamah kostitusi dengan menetapkan pasangan pasangan nomor 7 ketika itu menjadi pemenang pada pemilihan tersebut.
Sebagai tokoh politik yang berpengalaman darus mendapat kercayaan ditahun 2014 dari ketua Umum Hanura H. Wiranto untuk menjadi Caleg DPR RI dari Dapil Jabar II (Kab.Bandung dan kab. Bandung Barat) dan berhasil menduduki senayan dengan mengalahkan caleg nasional lainnya untuk partai Hanura pertama kalinya mendapat kursi di dapil Jawar II, Darus menjadi anggota DPR RI periode 2014-2019 mendapatkan tugas di komisi X, Banggar dan sebagai sekretaris Fraksi Partai Hanura.








Baca Juga :

0 komentar