Cari Di Sini

Bantuan DAK Pendidikan Menurun

3/26/2016 11:00:00 PM

Sumber Foto : bandungekspres.co.id

bandungekspres.co.id –

Menurunnya nilai bantuan dana alokasi khusus (DAK) pendidikan yang diterima Pemkab Bandung Barat di tahun ini ditanggapi oleh politikus Partai Hanura yang saat ini duduk di Komisi X DPR RI, Dadang Rusdiana. Menurutnya, penurunan ini diakibatkan oleh beratnya angka fiskal yang diterima Indonesia saat ini. Fiskal merupakan suatu kebijakan ekonomi dalam rangka mengarahkan kondisi perekonomian. ’’Saya sudah komunikasi dengan menteri, memang hampir di daerah lainnya juga mengalami penurunan. Fiskal kita berat sehingga ada pengurangan untuk melakukan efisiensi,” kata Dadang, di Ngamprah, kemarin.

Tahun ini, kata dia, defisit APBN mencapai Rp 290 triliun. Sehingga tidak ada cara lain salah satunya dengan mengurangi beberapa belanja. Dari pengurangan itu yang menjadi korban di tahun ini soal bantuan DAK. Kendati kondisinya cukup berat, kata Dadang, namun pemerintah sejauh ini sudah mensiasati dengan intensif pajak sesuai dengan UU tentang pengampunan pajak. ’’Kita harapkan dengan pengampunan pajak ini, uang Rp 3.000 triliun yang saat ini ada di luar negeri bisa masuk ke kita,” paparnya.

Disinggung soal pemerintah yang lebih fokus pada infrastruktur, Dadang mengaku hal tersebut tidak menjadi persoalan. Dia menilai proyek infrastruktur, pembangunan pelabuhan, jalan dan waduk yang terus dilakukan merupakan hal positif untuk pembangunan di dalam negeri. ’’Tidak menjadi persoalan. Apa yang dilakukan pemerintah dalam membangun infrastruktur juga merupakan hal baik,” tukasnya.

Kendati tahun ini mengalami pengurangan untuk DAK, namun pihaknya optimistis di tahun depan bisa saja bantuan DAK ke kabupaten/kota ini bisa kembali besar. ’’Bisa saja DAK tahun depan besar kembali, melihat situasi stabil nanti saja. Apalagi, kalau untuk Kabupaten Bandung Barat cukup berat karena banyak yang harus dibantunya. Tapi, kalau memang tidak ada dari DAK, dari anggota dewan juga banyak yang memberikan bantuan untuk sekolah,” paparnya.

Tahun ini, jumlah bantuan DAK pendidikan yang diterima Pemkab Bandung Barat turun drastis. Jika dibandingkan dengan tahun lalu, jumlah bantuan DAK mencapai Rp 56 miliar, sementara tahun ini hanya diberikan bantuan sebesar Rp 5,4 miliar. Hal tersebut diungkapkan Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga Kabupaten Bandung Barat Agustina Piryanti.

Menurut Agustina, dirinya belum mengetahui alasan penurunan jumlah DAK untuk tahun ini. Namun, yang pasti angkanya menurun jauh dengan bantuan di tahun lalu. ’’Kalau dihitung hampir Rp 50 miliar lebih atau hampir 90 persen penurunannya. Pengurangan ini disebabkan dihilangkannya DAK untuk SMP, SMA/SMK, yang tersisa hanya untuk SD dan Sekolah Dasar Luar Biasa (SDLB) dengan besaran Rp 5,4 miliar,” terang Agustina (Bandung Ekspres, 23/3).

Diungkapkan Agustina, rencananya Disdikpora Kabupaten Bandung Barat akan mengkonsultasikan persoalan penurunan DAK ini kepada pemerintah pusat. Padahal untuk SMP saja, terdapat sekitar 200 lokal kelas yang perlu direhabilitasi. Praktis dengan tidak adanya dukungan anggaran dari DAK membuat rencana perbaikan bangunan sekolah yang rusak tertunda. ’’Untuk menutupi kebutuhan SMP dan SMA/SMK dialokasikan dari APBD Kabupaten Bandung Barat sebesar Rp 3,7 miliar. Ditambah dari bantuan Pemprov Jabar sebesar Rp 31 miliar, yang peruntukannya untuk SD dan SMP sebesar Rp 16,6 miliar, dan SMA/SMK Rp 5,1 miliar,’’ ungkap Agustina.

( drx )

Sumber Berita :
http://bandungekspres.co.id/2016/bantuan-dak-pendidikan-menurun/

Baca Juga :

0 komentar