Cari Di Sini

Kader Hanura Cari Duit Tidak Akan Dukung Ahok

3/28/2016 12:21:00 PM

Sumber Foto : wartakota.tribunnews.com

WARTA KOTA, PALMERAH—

DPP Hanura menilai hak kader mengundurkan diri karena tidak mendukung calon petahana Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok.

Kedua kader Hanura yang mengundurkan diri adalah Wakil Ketua DPD Partai Hanura DKI Jakarta bidang Organisasi, Kaderisasi, dan Keanggotaan, Rahmat HS dan Wakil Ketua Bidang Pembinaan Legislatif dan Eksekutif Bustami Rahawarin.

"Memang mendukung Ahok itu butuh pengorbanan. Bagi mereka yang pragmatis tidak seksi untuk mendukung Ahok. Karena tidak akan dapat apa-apa secara materil. Tapi Hanura melihat kepentingan yang lebih besar, masa depan Jakarta, bukan masalah uang. Jadi yang mau cari untung secara materil ya silakan cari di luar Ahok saja. Kita berjuang bukan cari uang," tutur Ketua DPP Hanura Dadang Rusdiana ketika dikonfirmasi, Senin (28/3/2016).

Dadang menjelaskan dukungan Hanura terhadap Ahok melalui proses Rapat Pimpinan Daerah (Rapimda) DKI Jakarta. Dimana seluruh pengurus DPC Hanura hadir dalam pertemuan tersebut. DPP Hanura akhirnya memutuskan dukungan kepada Ahok berdasarkan hasil Rapimda Hanura DKI Jakarta.

"Ketika DPP memutuskan maka semua harus tunduk. Kalau tidak setuju ya mundur itu lebih baik," ujarnya.

Anggota Komisi X DPR itu mengatakan dinamika politik di ibukota luar biasa. Sehingga bila ada kader yang memiliki pilihan berbeda secara organisatoris maka akan terdapat mekanisme sanksi mulai peringatan hingga pemberhentian.

"Itu kan prosedur organisasinya. Kalau mereka mengundurkan diri, persoalan lain, karena ketika mereka sudah mengundurkan diri, mereka sudah tida berada di barisan hanura lagi. Hanura satu suara dukung Ahok. Artinya, yang mereka lakukan diluar tanggungjawab Hanura," katanya.

Dadang pun membantah keputusan dukungan terhadap Ahok hanya terdapat di tingkat elit Hanura. Pasalnya, dukungan juga diberikan Ketua DPD Hanura DKI Jakarta Ongen Sangaji.

"Masa kita meragukan Ongen sangaji ya, Anggota DPRD DKI, tentu beliau tanggungjawab sepenuhnya menjamin seluruh struktur apa yang diputuskan rapimda. Semua DPC hadir. Meskipun ada gejolak seperti itu, itu suara perorangan, yang belum tentu punya basis massa," katanya.

Sebelumnya diberitakan, dua politisi Hanura menyatakan sikap tidak setuju dengan keputusan partainya memberikan dukungan kepada Basuko Tjahaja Purnama alias Ahok di Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) DKI 2017.

Kedua politisi tersebut adalah Wakil Ketua DPD Partai Hanura DKI Jakarta bidang Organisasi, Kaderisasi, dan Keanggotaan, Rahmat HS dan Wakil Ketua Bidang Pembinaan Legislatif dan Eksekutif Bustami Rahawarin.

Secara simbolis, mereka yang awalnya menggunakan jaket perpaduan warna hitam dan oranye, yang kemudian melepas jaket kebanggan Hanura tersebut. Lalu, keduanya mengenakan kaos putih bertuliskan 'Hati Nurani Sampai Mati No Ahok'.

Rahmat menyatakan mengundurkan diri dari Hanura. Surat pengunduran dirinya akan diberikan pada Minggu (27/3/2016) kepada pengurus partai. Sementara itu, Bustami menilai ada oligarki kekuasaan dari keputusan yang diambil partai.

Bahkan dia mengatakan, ada pemaksaan dari Ketua Umum Hanura Wiranto dan Ketua DPD DKI Jakarta Hanura Muhammad Ongen Sangaji terhadap tata kelola organisasi.

"Ada pemaksaan dari Wiranto terhadap tata kelola organisasi. Ini yang membuat kami menolak intervensi kekuasaan. Ada pemaksaan kehendak, baik dari Ongen mau pun Wiranto," ujar Bustami di Sarinah Building, Thamrin, Jakarta Pusat, Minggu (27/3/2016)

( Penulis: Ferdinand Waskita / Editor: Suprapto )

Sumber Berita :
http://wartakota.tribunnews.com/2016/03/28/kader-hanura-cari-duit-tidak-akan-dukung-ahok

Baca Juga :

0 komentar