Cari Di Sini

RATUSAN MAHASISWA SGU TERANCAM TIDAK BISA WISUDA

4/22/2016 10:57:00 PM

Sumber Foto : www.rmol.co

RMOL.

Maraknya perguruan tinggi swasta abal-abal yang ditertibkan pemerintah membuat sejumlah orang tua dan mahasiswa Swiss German University (SGU) cemas.

Para orang tua dan mahasiswa khawatir nasib serupa menimpa mereka. Apalagi ratusan mahasiwa Swiss German University kini terancam tidak bisa diwisuda karena Yayasan Swiss German University Asia (YSGUA) sebagai penyelenggara pendidikan tersangkut kasus dugaan pelanggaran serius soal kelengkapan sarana dan prasarana pendidikan di kampus tersebut.

Sejumlah orang tua mahasiswa kepada wartawan mengungkapkan, sedianya anak mereka dari Fakultas Tehnik SGU diwisuda awal 2014. Namun hingga kini wisuda tidak kunjung dilakukan.

Data dari staf yayasan menyebutkan, pada tahun 2014 lalu pemerintah telah mengirimkan surat untuk mengingatkan YSGUA terkait dugaan tidak terpenuhinya syarat pendirian perguruan tinggi.

Bahkan, dalam surat yang ditandatangani Direktur Kelembagaan dan Kerjasama Kementerian dan Kebudayaan Hermawan Kresno Dipojono ditegaskan, pemerintah bisa menjatuhkan sanksi berupa pencabutan izin yayasan bila tidak memenuhi syarat kelengkapan sarana dan prasarana di kampus tersebut.

Menanggapi hal itu, pengamat pendidikan Retno Listyarti meminta pemerintah menindak tegas YSGUA dan menyelamatkan perkuliahan dan wisuda mahasiswanya.

"Mahasiswa SGU telah melaksanakan kewajiban membayar dana pembangunan dan uang kuliah. Karena itu, mahasiswa berhak dapat (fasilitas) pembelajaran yang layak. Mahasiswa tak boleh dikorbankan saat ada permasalahan di yayasan," ujarnya kepada redaksi, Jumat (22/4).

Ironisnya, kata Retno, uang kuliah di SGU relatif mahal hingga mencapai ratusan juta rupiah dan berkelas internasional tapi tidak memiliki gedung sendiri. Sebenarnya menurut dia, menyewa gedung kuliah pun tidak masalah. Yayasan harus berupaya mencari jalan keluar, misalnya menyewa gedung yang layak.

Anggota Komisi X DPR Dadang Rusdiana sebelumnya juga mendukung pemerintah untuk menindak tegas yayasan penyelenggara pendidikan di SGU.

"Jangankan penyelenggara pendidikan tak memiliki sarana dan prasarana sendiri, yang mahasiswanya tidak memenuhi rasio yang ditetapkan saja dibekukan kok. Masalahnya, kenapa SGU bisa lolos dari pembekuan. Sudah jelas kalau mendirikan PT harus ada izin dan tentunya telah memenuhi syarat ditetapkan. Syarat utama itu kan harus ada gedung sendiri," katanya.

Sebagaimana diketahui, sejumlah orang tua dan mahasiswa SGU resah setelah mengetahui tanah dan gedung yang digunakan untuk proses belajar mengajar ternyata bukan milik yayasan. Sesuai SK Mendiknas Nomor 234/U/2000 tentang Pedoman pendirian Perguruan Tinggi pasal 12 ayat 1 antara lain disebutkan, syarat mendirikan perguruan tinggi harus memiliki tanah tempat mendirikan perguruan tinggi dimiliki dengan bukti sertifikat sendiri atau disewa/kontrak untuk sekurang-kurangnya 20 tahun dengan hak opsi, yang dinyatakan dalam perjanjian sewa.

( wah / LAPORAN: HENDRY GINTING )

Sumber Berita :
www.rmol.co/read/2016/04/22/244251/Ratusan-Mahasiswa-SGU-Terancam-Tidak-Bisa-Wisuda-

Baca Juga :

0 komentar