Cari Di Sini

Berlebihan Jika Jokowi Takut kepada Akom

5/11/2016 07:16:00 PM

Sumber Foto : inilah.com

INILAHCOM, Jakarta - Politikus Partai Hanura Dadang Rusdiana menilai sangat berlebihan jika Presiden Joko Widodo menakuti Ade Komarudin jika terpilih sebagai Ketum Golkar, dalam konteks pertarungan Pilpres 2019.

"Terlalu berlebihan kalau Presiden takut Akom dalam konteks Pilpres ke depan," katanya kepada INILAHCOM, Rabu (11/5/2016).

Ia justru menganggap, jika ada kemungkinan Jokowi berpihak, ia akan cenderung mendukung Ade Komarudin. Pasalnya, Akom memiliki latar belakang yang bersih ketimbang Setya Novanto.

"Kalaupun benar Presiden memiliki kecenderungan, saya menduga justru Presiden lebih memungkinkan mendukung Akom. Mengingat Setnov pernah bermasalah," katanya.

Ia menambahkan dari kaca matanya, Jokowi pasti tidak ingin merusak citranya dan kinerjanya dengan berpihak pada calon yang memiliki latar belakang yang kurang baik.

"Saya percaya Presiden memiliki integritas. Tidak mungkin lah presiden berfikiran kepentingan Pilpres tetapi kemudian mengorbankan kepentingan yang lebih besar, yaitu pemimpin yang punya punya integritas," ulasnya.

Tapi, terlepas dari semuanya itu, Dadang menegaskan ini tentunya persoalan internal Golkar.

"Golkar sendiri yang lebih tau siapa pemimpin yang tepat. Kita, termasuk presiden tidak bisa ikut campur," tutupnya.

Sebelumnya, jelang Munaslub Golkar, spekulasi keterlibatan kepentingan Jokowi mulai menyeruak. Jokowi bahkan dianggap bakal mendukung Setya Novanto agar bisa 'menyandera' Golkar. Karena Novanto disebut tidak memiliki kepentingan di Pilpres 2019. Sedangkan Akom, disinyalir akan berbisi di Pilpres. Spekulasi itu muncul akibat dinginnya hubungan Megawati-Jokowi belakangan ini. Bahkan paceklik hubungan ini bisa berujung PDIP tidak akan mengusung Jokowi di Pilpres 2019 nanti.

Diketahui, pelaksanaan Munaslub Golkar akan dilakukan pada tanggal 15-17 Mei 2016 di Bali dengan agenda utama pemeilihan ketum baru.

Delapan nama kandidat calon ketum Golkar yang lolos verifikasi awal yaitu Ade Komarudin, Azis Syamsuddin, Airlangga Hartanto, Setya Novanto, Priyo Budi Santoso, Indra Bambang Utoyo, Syahrul Yasin Limpo, dan Mahyudin.

( jat / Happy Karundeng )

Sumber Berita :
inilah.com/news/detail/2294702/berlebihan-jika-jokowi-takut-kepada-akom

Baca Juga :

0 komentar