Cari Di Sini

Golkar Merapat, Hanura: Jokowi Tak Boleh Menyakiti Pendukung Lama

5/18/2016 03:59:00 PM

Sumber Foto : okezone.com

JAKARTA -

Dalam perhelatan Musyawarah Nasional Luar Biasa (Munaslub), Partai Golkar menegaskan dukungannya terhadap pemerintahan Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Jusuf Kalla (Jokowi-JK).

Dengan bergabungnya Partai Golkar, Presiden Joko Widodo (Jokowi) kemungkinan memberikan jatah menteri untuk Golkar di jajaran kabinetnya.

Menanggapi hal tersebut, Ketua DPP Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura) Dadang Rusdiana menegaskan pihaknya tidak rela jatah kursi partainya dikurangi demi mengakomodir partai berlogo pohon beringin tersebut.

"Pemerintahan Jokowi tidak boleh melupakan partai-partai yang terlebih dahulu mendukung. Sehingga, tidak boleh merangkul yang baik tapi mengkhianati atau menyakiti pendukung lama," ujar Dadang di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Rabu (18/5/2016).

Anggota Komisi X DPR ini berharap, Presiden Jokowi mengurangi jatah menteri dari unsur profesional ketimbang mengurangi menteri dari partai politik.

Pasalnya, ungkap dia, menteri dari kalangan profesional seringkali membuat gaduh, seperti beberapa waktu yang dilakukan oleh Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Sudirman Said dan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Rizal Ramli.

"Ya orang yang selama ini buat gaduh. Itu kan membuat terkurasnya tenaga dan pikiran Presiden. Dua-duanya (Rizal dan Sudirman) juga profesional kan. Menurut saya salah satunya. Jadi pak Rizal dan Sudirman ini kalau dibiarkan bersama sampai kapanpun akan seperti itu. Jadi salah satunya mesti dikorbankan," katanya.

( aky / Gunawan Wibisono )

Sumber Berita :
okezone.com/read/2016/05/18/337/1391671/golkar-merapat-hanura-jokowi-tak-boleh-menyakiti-pendukung-lama

Baca Juga :

0 komentar