Cari Di Sini

'Musibah' Ratusan Siswa Tak Lulus SNMPTN, Sistem di Panitia Dipertanyakan

5/13/2016 06:47:00 AM

Sumber Foto : detik.com

Jakarta -

Kasus tidak lolosnya ratusan siswa SMAN 3 Semarang di SNMPTN 2016 disorot pula oleh anggota dewan. Anggota Komisi X DPR yang membidangi pendidikan, Dadang Rusdiana mempertanyakan sistem yang dibuat panitia SNMPTN.

"Apakah ini memang ada prosedur yang tidak dipahami, apa ini bentuk kesalahan dari seleksi yang ada diapikasi dari sistemnya, atau ada problem di aplikasinya sehingga sistem menolaknya. Ini yang sedang dipelajari juga," kata Dadang saat dihubungi, Kamis (12/5/2016) malam.

Dadang menuturkan bahwa seharusnya pembuatan sistem SNMPTN sudah sesuai standar dan diverifikasi. Ada beberapa kecurigaan dengan munculnya 'musibah' ini dan semuanya perlu diselidiki.

"SNMPTN ini kan kita dibuat dengan standar yang sudah diverivikasi sebelumnya, karena pada dasarnya dengan seleksi apapun dibuat dengan terbuka untuk umum dan ada permendiktinya. Jadi terkait masalah ini Komisi X akan memeriksa apa ada permainana atau tidak kalau ada, tentu akan ditindak lanjuti, karena standartnya yang sudah jelas," ungkap politikus Hanura ini.

Selain di ratusan siswa SMA 3 Semarang, Dadang juga menemukan permasalahan serupa di daerah lain. "Di Bandung juga ada menemukan hal seperti itu. Jadi banyak sekali problem karena persoalan teknisnya," imbuhnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, SNMPTN adalah seleksi yang memakai komputer dan sistem berdasarkan PDSS online. PDSS ini memuat data-data siswa, termasuk riwayat nilai rapor dari tahun pertama hingga tahun terakhir siswa.

Sekolah diharuskan memiliki database siswa hingga riwayat nilai rapornya dan mengunggahnya ke sistem yang dinamakan PDSS online. Dari sistem ini, tiap siswa akan memperoleh password yang berbeda dan kemudian password ini dibagikan dari sekolah ke siswa.

Melalui password yang dimiliki, siswa memverifikasi data dan kemudian mendaftar SNMPTN memilih 2 jurusan dari 2 PTN, salah satu PTN harus berada di kota asal siswa. Siswa juga diminta mengunggah fotonya, kemudian siswa nanti akan mendapatkan kartu tanda pendaftaran.

Kepala sekolah memberikan rekomendasi pada setiap siswa yang mendaftar. Bagi yang mendaftar di cabang olahraga dan seni, harus pula mengunggah portofolio karya dan prestasinya. Proses seleksi berdasar data-data akademis selama bersekolah di SMA itu.

( adf/imk / Aditya Fajar Indrawan )

Sumber Berita :
detik.com/news/berita/3209390/musibah-ratusan-siswa-tak-lulus-snmptn-sistem-di-panitia-dipertanyakan#

Baca Juga :

0 komentar