Cari Di Sini

USULAN TAMBAH FRAKSI DICUEKIN, GERINDRA GIGIT JARI

5/24/2016 02:12:00 AM

Sumber Foto : rmol.co

RMOL.

Setelah mayoritas partai di Koalisi Merah Putih (KMP) menyatakan keluar, Fraksi Gerindra dan PKS di DPR seperti sudah benar-benar tak dianggap. Usulan Gerindra soal penambahan jumlah komisi di parlemen hanya didukung PKS, fraksi-fraksi lainnya cuek. Dengan kondisi ini, Gerindra pun sepertinya harus siap untuk gigit jari.

Komisi merupakan alat kelengkapan DPR yang bertugas sebagai penyusun awal anggaran dan melakukan pengawasan atas kerja pemerintah. Saat ini, jumlah komisi di DPR ada 11. Gerindra menganggap, jumlah itu belum cukup. Alasannya, banyak harapan rakyat yang belum terpenuhi dengan kerja 11 komisi itu. Di sisi lain, jumlah komisi itu timpang dengan jumlah kementerian.

"Kami minta adanya tambahan komisi. Jadi, satu komisi nggak lagi pegang banyak kementerian,” ucap anggota Fraksi Gerindra Ahmad Riza Patria di Bakoel Coffee, Cikini, Jakarta Pusat, kemarin.

Fraksi PKS langsung memberi dukungan. Anggota Fraksi PKS Soemadjaja menyebut, selama usulan itu berdampak positif bagi kinerja Dewan, penambahan jumlah komisi diperlukan. "Kalau sudah jadi keputusan, kami sih mendukung saja,” ucapnya, Senin (23/5).

Namun, fraksi-fraksi lainnya malah menolak mentah-mentah ide itu. Sekretaris Fraksi Hanura Dadang Rusdiana‎ menyebut, ide penambahan komisi tidak sejalan dengan semangat pemerintah saat ini yang mau perampingan birokrasi. "Tentunya DPR sebagai mitra pemerintah harus memiliki semangat yang sama,” ucap Dadang.

Menurut dia, dengan penambahan jumlah komisi, otomatis akan menambah beban negara. Sebab, tunjangan untuk pimpinan komisi dan unsur penunjang lainnya akan bertambah. Jumlah ruangan dan perangkat yang dibutuhkan juga bertambah.

"Penambahan komisi malah akan dikesankan sebagai bagi-bagi kekuasaan. Tentu citra DPR tidak akan semakin baik‎. Jadi dari berbagai hal penambahan jumlah komisi tidak banyak manfaatnya,” tandasnya.

Wakil Ketua Fraksi Nasdem Johnny Plate juga menolak keinginan Gerindra itu. Menurutnya, penambahan komisi itu tidak sesuai dengan UU MD3 (MPR, DPR, DPD dan DPRD). Karena itu, dia mengajak Gerindra dan PKS untuk mengefektikan 11 komisi yang ada daripada menambahnya. "Efektifkan saja dulu yang 11,” ucapnya Senin (23/5).

Setali tiga uang, anggota Fraksi Demokrat Ruhut Sitompul ikut menolak ide Gerindra itu. Kata dia, daripada menambah komisi, lebih baik DPR menunjukkan kerja agar bisa memperbaiki citra di mata masyarakat.

"Harus dipikirkan masak-masak. Citra DPR saja sekarang amburadul, ada yang korupsi dan lain-lain, malah mau tambah komisi,” cetusnya.

Anggota Fraksi PKB Daniel Johan mengaku tidak yakin penambahan komisi bisa menambah efektivitas kinerja DPR. Padahal, untuk menambah komisi diperlukan perubahan UU MD3. Saya tak yakin penambahan komisi itu akan efektif,” terangnya.

Fraksi Golkar yang dulunya sejalan dengan Gerindra juga tidak memberi dukungan. Saat ditanya hal ini, anggota Fraksi Golkar Rambe Kamaruzaman hanya menjawab normatif. Itu tergantung fraksi-fraksi di DPR. Mereka akan mengkaji penting atau tidaknya penambahan jumlah fraksi di DPR,” tandasnya.

( sam / LAPORAN: UJANG SUNDA )

Sumber Berita :
politik.rmol.co/read/2016/05/24/247492/Usulan-Tambah-Fraksi-Dicuekin,-Gerindra-Gigit-Jari-

Baca Juga :

0 komentar