Cari Di Sini

Anggaran Dikurangi 6,5 T, Mendikbud: Program Prioritas Tetap Berjalan

6/10/2016 07:52:00 AM

Sumber Foto : beritasatu.com

Jakarta-

Meski Komisi X DPR tidak menyetujui adanya pengurangan anggaran untuk sektor pendidikan, namun Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Anies Baswedan mengatakan, pengurangan Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) Perubahan 2016 untuk Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) senilai Rp 6,5 triliun dari Rp 49,2 triliun tidak akan mengurangi program prioritas.

Anies menuturkan, perbedaan pendapat dalam rapat menunjukkan keseriusan untuk memperjuangkan anggaran di sektor pendidikan. Namun di sisi lain, harus mempertimbangkan kontraksi yang dihadapi negara. Maka pemotongan untuk pendidikan yang sisa waktu hanya enam bulan ini tidak merugikan. Pasalnya, semua program prioritas tetap berjalan.

"Posisi pemerintah adalah mengawal keputusan Presiden, dan karena kondisi perekonomian, maka anggaran belanja negara mengalami pengurangan. Hal ini tentu terjadi di semua sektor dan Kemdikbud juga mengalami dari Rp 49,2 T jadi Rp 42,7 T. Namun, kami pastikan pengurangan ini tidak mengorbankan program prioritas," kata Anies yang ditemui usai rapat APBNP 2016 bersama Komisi X yang dipimpin oleh Wakil Komisi X, Ferdiansyah dan dihadiri 38 anggota di Gedung DPR/MPR, Jakarta, Kamis, (9/6) petang.

Dia menuturkan, program prioritas seperti gaji guru, tunjangan guru, dan biaya operasional sudah diamankan. Namun, untuk kegiatan yang bersifat ekspansi atau pendukung seperti rencana membangun gedung baru untuk pusat-pusat pelatihan dan lainnya akan ditunda, sehingga tidak akan diselenggarakan tahun ini.

Mantan Rektor Universitas Paramadina ini juga menuturkan, kebijakan untuk melakukan pengurangan anggaran dilakukan dengan pertimbangan-pertimbangan, sehingga sejumlah pelaksanaan kegiatan 2016 terutama yang sudah terkontrak tidak dibatalkan.

Anies mengatakan, kendati ada pengurangan anggaran secara total tetapi pihaknya akan berusaha melakukan efisiensi. Ia menjelaskan, tidak semua sektor dikurangi, namun dengan pemilihan sebagai prioritas pendidikan dan kebudayaan sesuai dengan Nawacita, program-program yang menjadi prioritas dapat dipertimbangkan dan diamankan anggarannya.

Sementara itu, berdasarkan hasil kesimpulan rapat, Komisi X tidak menyetujui pemotongan pagu anggaran Kemdikbud. Sehingga jika tetap harus dilakukan pemotongan maka kegiatan- kegiatan prioritas pada 2016 harus tetap berkesinambungan. Oleh karena itu, Komisi X akan memperjuangkan dalam rapat bersama Badan Anggaran (Banggar), untuk mempertahankan anggaran Kemdikbud. Namun, jika tetap dipotong maka sebesar-besarnya Rp 3 triliun jangan sampai Rp 6,5 triliun.

Penolakan anggaran ini disampaikan sejumlah fraksi. Salah satunya dari anggota Fraksi Hanura, Dadang Rusdiana. Dia mempertanyakan pemotongan anggaran di Kemdikbud. Pasalnya, pendidikan dalam dimensi pembangunan manusia. Maka seharusnya, Kementerian Keuangan (Kemkeu) tidak dapat menyamaratakan pemotongan di setiap sektor.

Pendapat senada disampaikan Doni Ahmad dari Fraksi PPPP. Ia menegaskan, seharusnya anggaran Kemdikbud tidak mengalami penurunan. "Kemdikbud harus berani mendiskusikan ini dengan pemerintah, terlihat konsistensi pemotongan, karena Menteri sangat loyal sekali mengikuti apa yang jadi kebijakan pemerintah," kata Doni.

Doni menuturkan, pihaknya memahami adanya penurunan realisasi penerimaan. Namun, yang dipertanyakan dari total pemotongan Rp 50 triliun. Kemkeu tidak melihat prioritas. Pasalnya, pemotongan ini bagi di semua kementerian termasuk untuk Kemdikbud yang mendapat pemotongan 13 persen atau Rp 6,5 triliun dari Rp 50 triliun anggaran yang dipotong.

Komisi X juga menolak pemotongan anggaran untuk Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi. Seperti diketahui, Kemristekdikti harus mengalami pemotongan Rp 1,8 triliun dari total anggarannya sebesar Rp 32 triliun.

Untuk menyepakati pengurangan angaran ini, Komisi X akan menjadwalkan rapat kerja (Raker) selanjutnya bersama Kemdikbud dan Kemristekdikti.

( Maria Fatima Bona/PCN )

Sumber Berita :
beritasatu.com/pendidikan/369186-anggaran-dikurangi-65-t-mendikbud-program-prioritas-tetap-berjalan.html

Baca Juga :

0 komentar