Cari Di Sini

Anggaran Dikurangi Rp 6,5 Triliun, Mendikbud Optimistis Program Prioritas Tetap Jalan

6/10/2016 07:56:00 AM

Sumber Foto : beritasatu.com

[JAKARTA]

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Anies Baswedan mengatakan, pengurangan Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) Perubahan 2016 untuk Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) senilai Rp 6,5 Triliun dari Rp 49,2 T tidak akan mengurangi program prioritas.

Anies menuturkan, perbedaan pendapat dalam rapat menunjukan keseriusan untuk memperjuangkan anggaran di sektor pendidikan. Namun disisi lain, harus mempertimbangkan kontraksi yang dihadapi negara. Maka pemotongan untuk pendidikan yang sisa waktu hanya enam bulan ini tidak merugikan. Pasalnya semua program prioritas tetap berjalan.

"Posisi pemerintah adalah mengawal keputusan Presiden, dan karena kondisi perekonomian, maka anggaran belanja negara mengalami pengurangan. Hal ini tentu terjadi di semua sektor dan Kemdikbud juga mengalami dari 49,2 T jadi 42,7 T. Namun kami pastikan pengurangan ini tidak mengorbankan program prioritas,"kata Anies yang ditemui usai Rapat APBNP bersama Komisi X yang dipimpin oleh Wakil Komisi X, Ferdiansyah dan dihadiri 38 anggota di Gedung DPR/MPR RI, Jakarta, Kamis, (9/6) petang.

Dia menuturkan, program prioritas seperti, gaji guru, tunjangan guru dan biaya operasional sudah diamankan. Namun untuk kegiatan yang bersifat ekspansi atau pendukung seperti rencana membangun gedung baru untuk pusat-pusat pelatihan dan lainnya akan ditunda, sehingga tidak akan diselenggarakan tahun ini.

Mantan Rektor Universitas Paramadina ini juga menuturkan, kebijakan untuk melakukan pengurangan anggaran dilakukan dengan pertimbangan-pertimbangan, sehingga sejumlah pelaksanaan kegiatan 2016 terutama yang sudah terkontrak tidak dibatalkan.

Selanjutnya, dia menjelaskan, besaran anggaran yang diterima untuk setiap program di Kemdikbud. Mulai dari dukungan manajemen dan pelaksanaan tugas teknis lainnya senilai Rp 2,5 T, Pengawasan dan peningkatan akuntabilitas aparatur Kemdikbud senilai 166,5 M, Pendidikan Dasar dan Menengah (Dikdasmen) senilai Rp 23,8 T, Pendidikan anak usia dini (Paud) dan pendidikan masyarakat senilai Rp1,8 T, Penelitian dan pengembangan Kemdikbud 1,2 Triliun, Pengembangan dan pembinaan bahasa dan sastra Rp 415,6 M , Guru dan tenaga kependidikan (GTK) senilai Rp11,2 T dan Pelestarian budaya sebesar Rp1,5 Triliun.

Dengan demikian, Anies mengatakan, secara total mengalami pengurangan, tetapi kita dapat efisiensikan. Tidak semua tempat dikurangi semuanya, namun dengan pemilihan sebagai prioritas pendidikan dan kebudayaan sesuai dengan Nawacita, program-program yang menjadi prioritas dapat dipertimbangkan dan diamankan anggarannya.

Sementara itu, berdasarkan hasil kesimpulan rapat, Komisi X tidak menyetujui pemotongan Pagu anggaran Kemdikbud. Sehingga jika tetap harus dilakukan pemotongan maka kegiatan- kegiatan prioritas pada 2016 harus tetap berkesinambungan. Oleh karena itu, Komisi X akan memperjuangkan dalam rapat bersama Badan Anggaran (Banggar), untuk mempertahankan anggaran Kemdikbud. Namun jika tetap dipotong maka sebesar-besarnya Rp tiga triliun jangan sampai 6,5 T.

Penolakan anggaran ini disampaikan sejumlah fraksi. Salah satunya fraksi dari Hanura, Dadang Rusdiana. Dia mempertanyakan pemotongan anggaran di Kemdikbud. Pasalnya, pendidikan dalam dimensi pembangunan manusia. Maka seharusnya, Kementerian Keuangan (Kemkeu) tidak dapat menyamaratakan pemotongan disetiap sektor.

Pendapat senada disampaikan Doni Ahmad dari fraksi PPP. Ia menegaskan, seharusnya anggaran Kemdikbud tidak mengalami penurunan. "Kemdikbud harus berani mendiskusikan ini dengan pemerintah, terlihat konsistensi pemotongan, karena Menteri sangat loyal sekali mengikuti apa yang jadi kebijakan pemerintah,"kata Doni.

Selanjutnya, Doni menuturkan, pihaknya memahami adanya realisasi penerimaan ada penurunan. Namun yang dipertanyakan dari total pemotongan 50 T. Kemkeu tidak melihat prioritas. Pasalnya pemotongan ini bagi di semua kementerian termasuk untuk Kemdikbud yang terima pemotongan 13% atau 6,5 T dari 50 T.

Selanjutnya, Komisi X juga menolak pemotongan anggaran untuk Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi. Seperti diketahui, Kemristekdikti harus mengalami pemotongan 1,8 T dari 32T.

Untuk menyepakati pengurangan angaran ini. Komisi X akan menjadwalkan adanya rapat kerja (Raker) selanjutnya bersama Kemdikbud dan Kemristekdikti.

( FAT )

Sumber Berita :
sp.beritasatu.com/home/anggaran-dikurangi-rp-65-triliun-mendikbud-optimistis-program-prioritas-tetap-jalan/115535

Baca Juga :

0 komentar