Cari Di Sini

Rencana 'Impor' Rektor Dinilai Melanggar Aturan

6/12/2016 06:54:00 PM

Sumber Foto : jitunews.com

Anggota Komisi X DPR RI, menilai rencana Menristekdikti, Muhammad Nasir yang akan menggunakan warga negara asing sebagai rektor di kampus-kampus Indonesia.

JAKARTA, JITUNEWS.COM -

Anggota Komisi X DPR RI, Dadang Rusdiana menilai rencana Menristekdikti, Muhammad Nasir yang akan menggunakan warga negara asing sebagai rektor di kampus-kampus Indonesia adalah tidak tepat.

"Sesuatu yang berbau asing itu belum tentu baik. Kalau kita berpandangan seperti itu, berarti kita masih bermental inlander," ujarnya saat dihubungi Jitunews.com, Minggu (12/6).

Menurutnya, perguruan tinggi merupakan salah satu pilar penting dalam peradaban dan budaya bangsa, maka apabila rektor kampus di Indonesia adalah orang asing tentu mereka tidak memiliki tanggung jawab dalam menjaga karakter dan budaya bangsa kita

Dia menambahkan, apabila rencana itu benar dilaksanakan maka hal tersebut merupakan suatu bentuk pelanggaran terhadap aturan. Pasalnya, berdasarkan Permendikti, rektor PTN haruslah berstatus PNS.

"Tentu kalau kita ingin konsisten dengan aturan, maka pernyataan itu adalah pelanggaran," katanya.

Kemudian, ia menambahkan, untuk menjadikan PTN berkelas dunia tidak hanya bergantung kepada seorang rektor, namun juga ketersediaan dosen yang berkualitas, anggaran penelitian yang memadai, serta sarana dan prasarana adalah faktor-faktor penting yang harus diperhatikan.

"Sangat dangkal pandangan seperti itu, masa kualitas hanya tergantung pada rektornya saja. Salah kaprah di negara ini banyak orang yang baik dalam leadership dan manajerial. Gak perlu ngimpor," katanya.

( Penulis : Khairul Anwar, Vicky Anggriawan )

Sumber Berita :
jitunews.com/read/39896/rencana-impor-rektor-dinilai-melanggar-aturan

Baca Juga :

0 komentar