Cari Di Sini

Guru Dipolisikan Karena Tegakkan Disiplin, Dadang: Bisa Berabe!

7/03/2016 07:11:00 PM

Sumber Foto : www.jawapos.com

JawaPos.com -

Surat perjanjian yang dibuat sebuah sekolah menengah pertama (SMP) di Mataram, Nusa Tenggara Barat dianggap hal yang lumrah oleh Anggota Komisi X DPR Dadang Rusdiana. Itu sebagai respon atas banyaknya pelaporan terhadap guru lantaran menegakkan disiplin kepada anak didiknya.

"Jadi, wajar kalau ada sekolah yang membuat perjanjian seperti itu," ujar dia kepada JawaPos.com, Minggu (3/6).

Kata dia, saat ini sekolah dan guru dalam menegakan disiplin dan pembangunan karakter sering dihadapkan pada problem hubungan guru dan murid yang sangat dilematis. Hubungan guru dan murid itu seharunya menjadi hubungan antara pendidik dan terdidik dalam ekosistem pendidikan.

Bukan hubungan antar subjek hukum yang segala sesuatu ditinjau dari ranah hukum positif yang kaku.

"Bisa berabe, segala sesuatu mesti diselesaikan melalui polisi dan pengadilan, nanti guru hanya sebagai agen ilmu pengetahuan saja, tidak bisa menanamkan ketegasan, disiplin dan nilai-nilai penting lainnya‎," mirisnya.

Situasi saat ini, banyak murid yang melakukan pembangkangan atau kurang beretika terhada‎p gurunya. Banyak faktor yang menyebabkan sikap tersebut. Di samping faktor pendidikan dan sekolah, era digital dengan keterbukaan informasi menjadi salah satu penyebabnya.

Kemudahan akses anak terhadap tontonan di televisi maupun dunia maya merupakan faktor yang juga ikut menentukan karakter seorang anak. ‎Maka, tentu penanaman disiplin oleh sekolah juga harus dilakukan sama oleh orangtua.

"Jadi, jangan anak nakal ditegur dan dijewer kupingnya oleh guru lantas orang tua membawa ke ranah hukum, itu namanya orangtua sok tau hukum, tapi gak faham bagaimana pentingnya mendidik dan pembangunan karakter‎‎," tegas Dadang.

Beberapa kasus pelaporan terhadap guru, ‎menurut politikus Hanura itu perlu dijadikan perenungan. Bahwa, ada sesuatu yang hilang dalam ekosistem dalam dunia pendidikan di era reformasi ini. Sehingga wilayah pendidikan bergeser menjadi wilayah hukum. Ini akan menjadi preseden buruk. Pada akhirnya, guru menjadi ragu dalam mendidik para muridnya. ‎

Untuk itu, kondisi seperti ini harus menjadi perhatian semua pihak. ‎"Perlu dibangun kesepakatan antara kementerian pendidikan dan aparat penegak hukum supaya kita tidak salah kaprah dalam menafsirkan kekerasan di sekolah," sarannya.

( dna/JPG )

Sumber Berita :
www.jawapos.com/read/2016/07/03/37669/guru-dipolisikan-karena-tegakkan-disiplin-dadang-bisa-berabe

Baca Juga :

0 komentar