Cari Di Sini

Komisi X Minta Kemenpar Pilih Media yang Efektif untuk Promosikan Pariwisata Indonesia

9/28/2016 07:17:00 PM

Sumber Foto : www.dpr.go.id

KOMISI X

Anggota Komisi X DPR Dadang Rusdiana meminta Kementerian Pariwisata untuk memilih media yang paling efektif dan efisien untuk mempromosikan pariwisata Indonesia. Pasalnya, dengan anggaran promosi pariwisata Indonesia yang mencapai Rp 2 triliun lebih, diharapkan media promosi yang digunakan pun efektif dalam meningkatkan kunjungan wisatawan.

“Sampai saat ini, kami belum bisa melihat media promosi mana yang paling efektif dan berdampak besar untuk wisatawan berkunjung ke destinasi pariwisata,” kata Dadang, saat rapat Panja Pemasaran dan Destinasi Pariwisata dengan Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran Pariwisata Mancanegara, Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran Pariwisata Nusantara, dan Deputi Bidang Pengembangan Destinasi dan Industri Pariwisata, di Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta, Selasa (27/9/2016).

Politisi F-Hanura itu menilai, pihaknya selalu mengkritisi Kemenpar dalam memilih media promosi pariwisata. Sehingga ia berharap, Kemenpar benar-benar mengukur media promosi yang paling efektif dalam mempromosikan pariwisata Tanah Air.

“Indikator ketercapaian dari promosi itu adalah target kunjungan wisatawan tercapai. Target wisatawan kita pada tahun 2019 sebesar 20 juta, sementara di 2018 sekitar 17 juta. Target dari promosi ini adalah tercapainya kunjungan wisatawan,” tegas Dadang.

Dadang menyarankan, Kemenpar dapat bekerjasama dengan Kementerian Luar Negeri untuk melakukan promosi-promosi pariwisata melalui Kedutaan Besar Republik Indonesia di negara-negara sahabat. Melalui pameran-pameran pariwisata di KBRI, diharapkan dapat menarik minat wisatawan mancanegara untuk berkunjung ke Indonesia.

“Kita punya KBRI di setiap negara, sehingga diperlukan proaktif KBRI melalui pameran maupun informasi yang diberikan KBRI agar membuat wisman mengetahui tentang Indonesia. Perlu ada promosi yang bersifat langsung dalam event yang dilaksanakan oleh KBRI. Ini perlu kita dorong,” komitmen Dadang.

Di satu sisi, politisi asal dapil Jawa Barat itu menyoroti Kemenpar yang seakan-akan mementingkan promosi pariwisata, dibandingkan menyiapkan destinasi pariwisata itu sendiri. Dengan anggaran sekitar Rp 300 miliar untuk destinasi pariwisata, terlihat kesenjangan sangat besar dibandingkan anggaran promosi yang mencapai Rp 2 triliun lebih.

“Seakan-akan ini kita mementingkan promosi dibanding destinasi, padahal kita inginkan ini berimbang. Kami menbuat sebuah usulan, kita perbaiki struktur anggaran kepariwisataan kita, yang selama ini cenderung ke promosi, mesti berimbang ke destinasi. Karena selama ini yang terbengkalai itu destinasi,” jelas Dadang.

Dalam pemantauannya selama ini di berbagai destinasi pariwisata, Dadang melihat masih banyak permasalahan, seperti amenitas dan aksesibilitas. Ketersediaan SDM yang bersertifikasi pun menurutnya menjadi hal yang perlu diperhatikan Pemerintah.

“Pemerintah juga harus mendorong investasi di dunia pariwisata benar-benar terbuka dan dibuat mudah, sehingga mengundang minat pengusaha untuk berinvestasi di bidang wisata,” pesan Dadang.

Sebelumnya, Deputi Bidang Pengembangan Destinasi dan Industri Pariwisata Kemenpar, Dadang Rizki Ratman, mengatakan promosi pariwisata telah dilakukan di berbagai media. Melalui promosi Media Elektronik dilakukan pada 11 jenis promosi, 15 TV Commersial, 2200 spot dan waktu penayangan 60 persen prime time dan 40 persen regular time. Untuk promosi media online pada 4 jenis promosi yakni social media activation, banner ad, video ad, dan social media ad, dengan 120 juta impresions, 2 juta views, dan 109 hari penayangan.

Sementara untuk promosi media cetak berupa pencetakan booklet Pesona Wisata dan pencetakan bahan promosi lainnya seperti flyer, poster dab leaflet. Tiga media promosi juga disebar di koran nasional, majalah nasional dan inflight magazine.

Untuk promosi media ruang menggunakan TVC di TV Kereta Api, branding pilar, hingga body branding di kapal laut. 27 lokasi billboard dan 13 lokasi videotron disebar ke seluruh wilayah Indonesia. Dan 42 TVC di jurusab kereta api eksekutif di Pulau Jawa.

Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran Pariwisata Mancanegara Kemenpar, I Gde Pitana mengatakan pada tahun 2017 direncanakan kontribusi pada PDB Nasional 13 persen, penerimaan devisa Rp 200 triliun, jumlah tenaga kerja 12 juta orang, indeks daya saing ke 40, wisman 15 juta, dan wisnus 265 juta.

( sf )

Sumber Berita :
www.dpr.go.id/berita/detail/id/14289

Baca Juga :

0 komentar