Cari Di Sini

Waspadai Ujaran Kebencian Jelang Pilkada

8/27/2017 06:14:00 PM

Sumber Foto : www.pikiran-rakyat.com

NGAMPRAH, (PR).-

Generasi muda harus menjadi garda terdepan dalam menangkal ujaran kebencian dan berita bohong (hoax) di media sosial, terutama menjelang pemilihan kepala daerah serentak pada 2018 nanti. Soalnya, ujaran kebencian ini kerap memicu perpecahan di tengah masyarakat.

Hal itu dikatakan Anggota Komisi X DPR RI Dadang Rusdiana seusai seminar Memperkuat Karakter Generasi Muda Melalui Peningkatan Partisipasi Politik dan Wawasan Kebangsaan di Padalarang, Sabtu, 26 Agustus 2017. Menurut dia, generasi muda harus pintar membedakan berita yang benar dan bohong sebelum menyebarkannya kepada khalayak.

“Masyarakat harus didorong agar tidak melakukan ujaran kebencian di media sosial. Sebab, itu akan memecah belah kesatuan dan persatuan. Sebaliknya, masyarakat harus diajarkan cara berpendapat dengan baik di media sosial," ujarnya.

Darus menilai, perlu adanya ketegasan juga dari Kementerian Komunikasi dan Informatika untuk memblokir situs-situs yang memberikan ruang ujaran kebencian. Selain itu, pihak kepolisian juga harus bertindak tegas untuk menangkap para pelaku yang membuat situs ujaran kebencian agar memberikan efek jera.

Jaringan penyebar kebencian

Menjelang pilkada serentak pada 2018 nanti, menurut Darus, ujaran kebencian dan hoax ini berpotensi terjadi. Untuk mencegahnya, generasi muda harus memperkuat karakter kebangsaan sebagai benteng agar tidak mudah terprovokasi.

"Generasi emas ini harus ikut juga menjaga. Terutama, tantangan dari era teknologi bahkan sampai kepada tantangan bahaya narkoba yang saat ini banyak merusak anak-anak muda bangsa Indonesia," tuturnya.

Seperti diketahui, baru-baru ini polisi membongkar jaringan penyebar ujaran kebencian atau hate speech dan SARA melalui media sosial, bernama Saracen. Konten kebencian dan SARA ini dijadikan ladang bisnis bagi Saracen.

Sindikat penebar kebencian ini diketahui memiliki ribuan akun. Mereka juga berbagi tugas untuk mengunggah konten pro dan kontra terhadap suatu isu. Diduga, untuk proyek ujaran kebencian ini, Saracen mendapatkan bayaran puluhan hingga ratusan juta rupiah.***

( Cecep Wijaya Sari )

Sumber Berita :
www.pikiran-rakyat.com/bandung-raya/2017/08/27/waspadai-ujaran-kebencian-jelang-pilkada-408155

Baca Juga :

0 komentar